Selasa, 15 Desember 2015

Habis Amarilis terbitlah eceng

Sekian Banyak disaat dulu pembeli fasilitas sosial dibuat kesal atas unggahan photo taman bunga Amarilis yg rusak parah akibat terinjak-injak oleh visitor. Para visitor sengaja datang berwisata ke taman bunga Amarilis yg berlokasi di Patuk, Gunung Kidul, Yogyakarta, itu cuma utk berfoto di antara keindahan bunga-bunga. 

Tetapi sayang, niatnya tersebut malah merusak tanaman yg mempunyai lahan seluas 2.350 m persegi itu. Pemilik taman bunga Amarilis, Sukadi mengaku membutuhkan budget atas kerusakan tersebut. 

"Sumbangan seikhlasnya saja. Aku mau perbaiki thn depan agar tak rusak lagi," kata Sukadi pada merdeka.com, Pekan (29/11). 

Sesudah taman bunga Amarilis rusak, sekarang ini penduduk Yogyakarta memiliki ruang wisata taman bunga baru merupakan bunga eceng gondok. Taman bunga yg terletak di Karangasem, Palbapang, Bantul, Yogyakarta itu jadi ruang idola buat dikunjungi. Nyaris tiap-tiap hri taman bunga milik Karsono senantiasa dibanjiri visitor. 

Sebahagian gede dari mereka rela menempuh perjalanan satu sampai dua jam cuma utk berfoto dengan bunga eceng gondok. 

Salah satunya Hanifa (16), peserta didik salah satu SMA Negara di Sleman. Dirinya & dua temannya rela menempuh perjalanan dari Kab Sleman, berada di sudut utara Propinsi Yogyakarta, demi berfoto dgn bunga eceng gondok. 

"Naik motor. Ya pass jauh, nyaris satu jam perjalanan," kata Hanifa pada merdeka.com di sela-sela berfoto, di taman bunga eceng gondok, Selasa (15/12). 

Mulanya lahan berada di lahan seluas 200 m persegi ialah sawah. Tetapi sebab tanah telah tak subur lagi, Karsono membiarkan lahan tersebut demikian saja. 

"Dulu utk tanam padi, namun telah nggak subur & irigasinya tak jalan, menjadi aku biarkan saja. Tahu-tahu telah tidak sedikit eceng gondok. Masyarakat rata rata ambil eceng gondok utk pakan ternak," tutur Karsono. 

Bakal namun, bunga yg berwarna ungu menyerupai anggrek ini cuma tumbuh terhadap periode penghujan. 
Karsono mengemukakan bunga eceng gondok ini cuma mekar sewaktu dua pekan saja. Sesudah itu bunganya dapat hilang & baru dapat tumbuh th depan. 

"Memang ini musiman. Tentunya setahun ini sekali, tetapi kadang serta hingga dua kali setahun," tuturnya.